18+ Bermain dengan bertanggung jawab
EN

Pemberantasan judi online 2026: apa yang berubah

Jarin Ahmed Penulis Jarin Ahmed Terakhir diperbarui 11. September 2026 Waktu baca: 1 menit

Jakarta, 9 September 2026. Perang melawan judi online berubah bentuk tahun ini. Memblokir domain bukan lagi akhir pekerjaan: pemerintah menyatakan kini menindak seluruh ekosistem yang menopang jaringan judi, mulai dari jalur pembayaran dan situs pulsa hingga promotor dan pengembang.

Angka sepanjang 2026

  • Polri membongkar 718 perkara judi online, menetapkan 1.164 tersangka, dan menyita barang bukti senilai Rp1,75 triliun.
  • Bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, sekitar 278 ribu situs dan konten diblokir.
  • Akses ke 32 situs pulsa yang terkait deposit judi diputus.

Mengapa pemblokiran saja tidak cukup

Pada 3 September Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim memaparkan jaringan yang memakai AI untuk membuat domain baru begitu domain lama diblokir dan menyamarkan aliran dana. OJK menyampaikan hal serupa dari sisi perbankan: pemberantasan tidak bisa berhenti pada pemblokiran, aliran uangnya yang harus diputus.

Artinya bagi penaruh

Taruhan online tetap ilegal di Indonesia, dan tidak ada tanda strategi 2026 mengarah ke pelisensian. Bersiaplah untuk lebih banyak domain yang mati, deposit yang makin sulit, dan situs cermin yang cepat ditutup. Jika Anda memakai bandar luar negeri, pilih operator berlisensi internasional yang diakui, jaga deposit tetap kecil, dan gunakan fitur batas yang disediakan. Ulasan kami ada untuk memberi informasi, bukan mendorong siapa pun melanggar hukum.

Sumber: ANTARA News, Polri (Juli–September 2026), OJK.